
Betapa menyedihkannya alam, karena pertambangan yang begitu marak dilakukan, daratan yang dulunya hijau menjadi kubangan yang dalam, yang makin hari makin banyak jumlahnya.
Selain lumpur, danau yang terbentuk akan menyerap semua air yang ada disekitarnya sampai radius yang cukup panjang yang tergantung dalamnya danau.

Karena Mudahnya peralatan didapatkan serta hasil yang menjanjikan, pada musim kemarau banyak sekali para pemuda disekitar area tambang yang menjadi pekerja tambang dadakan, aparat pemerintah seakan tidak mampu untuk menyelesaikan kegiatan ini dengan alasan “kami tidak mampu menghadapi orang yang begitu banyak, sedangkan kami bukan aparat hukum“, aparat hukum sendiri seakan berkata “Bagaimana kami bisa bencegah orang-orang yang mencari penghidupan, dan didalamnya banyak andil pihak-pihak yang tidak mampu kami sentuh“.
Para pemerhati lingkungan tidak banyak berkomentar, meraka hanya bisa bilang “Negeri ini sepertinya tidak bisa lepas dari Isi Perut, kami bisa ikut berperan serta hanya bila perut mereka kenyak dan maka alam akan lebih mudah dijaga“. Yang benar saja, itukan alasan yang dibuat-buat, begitu aja kok repot kata gusdur.
Untungnya masih banyak daratan yang lumayan hijau, walaupun tumbuhan yang ada bukan tumbuhan primer, tumbuhan yang terbentuk karena suksesi yang kurang sempurna tentunya. Karena pohon besar telah menjadi tanaman yang kebanyakan tanaman perdu, SUngguh tragissss…..


Emang sekarang udah pada gila, semua pada nggak ambil pusing sama masalah ini, emang gilaaa,,………………..
munyaknya….., nang kaya lagi ini, amun tiap hari kaini habis hutanku, kamana rumahku kena.. bisa kana banjir jua pinanya, kudoakan yang melakuakannya masuk penjara kalo perlu hukuman mati sekalian
Alam memang perlu dilestarikan, tapi hal seperti ini untuk kelangsungan hidup, jangan disalahkan dong, emang kamu bisa ngasih pekerjaan lain, semuanya nggah mesti sesuai keinginan ente, dasar cari perhatian
Itu gambar daerah mana ya, saya ingin sekali melihatnya secara langsung, berhubung pekerjaan saya adalah wartawan, mungkin sebagai referensi barangkali bisa dijadikan wacana atau semacam opini, jawab ya
Kalau dilihat sepintas, gambar itu sepertinya dilakukan sama masyarakat kecil. Bila demikian alangkah baiknya jika pemerintah setempat lebih melakukan bimbingan terhadap mereka, baik dari segi kelayakan lingkungan, maupun dari ketegasan hukum yang diberlakukan
nggak bisa mas, kita perlu makan
Li blog ku http://ziddane-lifestyle.blogspot.com
GG
MAAFKAN by; doches
KAMI
ALAM
Karena kami……………………………….
Helai daunmu terabai
Bilah-bilah rantingmu sirnah
Batangmu tercampakan
Akarmu terjepit.
Lirikan bukit dengan wajah sedih
Ulah kami telah menguliti
Tatapan gunung penuh murung
Ulah kami telah mengginduli
Keterlaluan telah menghanyutkan kami
Kekeliruan telah menimbun kami
Sadar akan kesalahan
Kami akan menjagamu
Insaf dari kekilafan
Kami akan mencintaimu
Burung bernyanyilah
Embun siramilah
Maafkan kami alam………….
RATAPAN ALAM
By; Doches.
Elegy alam menggunggah hati jagad
Meratap keserakahan manusia
Tak ada lagi daun menari
Tak ada lagi akar merayap
Burung enggan berkicau
Menatap amarah sang surya
Kesucian embun dinodai debu
Jeritan anak sungai
Menahan perih ditimpah banjir
Kejernian kian dibalur lumpur
Saudaraku…………….
Masih adakah perasaan untuk alam????????????
LAM KNL YA…………………………….